Sabtu, 19 November 2011

 STANDAR OPERASIONAL PROSEDURE PEMANEN KELAPA SAWIT

1.      Persiapan kerja
a.       Pastikan peralatan untuk memanen cukup seperti:
-          Egrek
-          Gancu
-          Kampak
-          Batu asah
-          Sepeda panen
b.      Setiap hari alat untuk memanen harus diasah
c.       Semua pemanen wajib memakai perlengkapan kerja seperti pakaian kerja, sarung tangan, sepatu dan topi
2.      Pemotongan TBS dan pelepah
a.       Pemanenan TBS harus sesuai dengan kriteria matang panen
b.      Setiap pemanen harus mematuhi rotasi atau sistem panen
c.       Pengambilan TBS dengan sistem “songgo dua”
d.      Pelepah daun harus disusun rapi disamping piringan
e.       Brondolan yang berada dipiringan tidak boleh berserakan harus dikutip bersih
3.      Sebaiknya mendorong TBS ke TPH dengan sepeda panen maksimal berisi 5 TBS
4.      TBS harus disusun rapi di TPH
5.      TBS harus diberi nomor sesuai nomor pemanen
6.      Setiap pemanen harus mencapai target memanen yaitu 1 pemanen minimal 50 TBS
7.      Pemanen harus melaporkan jumlah TBS yang diperoleh setiap hari kepada mandor
Catatan:
1.      TBS: tandan buah segar
2.      TPH: tempat penampungan hasil
3.      Kriteria kematangan panen
No
Umur tanaman (tahun)
Buah brondolan (butir)
1
Tanaman muda (3,5-5 th)
2
2
Tanaman sedang (5-10 th)
5-10
3
Tanaman dewasa (> 10 th)
15-20

4.      Rotasi atau sistem panen yaitu waktu yang diperlukan antara suatu panen dengan panen berikutnya pada suatu area panen yaitu sistem 5/7 : 5 hari memanen, 1 hari menunas, dan 1 hari istirahat.
5.      Songgo dua: selalu ada 2 unit pelepah daun yang menyangga TBS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

said you